Dua gol yang bersarang di gawang Markus disertai insiden kembang api mewarnai kekalahan Indonesia dari Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Penonton yang kecewa menumpahkan kekesalannya ke semua hal, mulai dari menyalakan kembang api yang sangat bodohnya pasti dapat berujung ke sanksi FIFA, SBY yang dianggap biang sial kalo datang nonton ke GBK, pelatih Wim Rijsbergen yang selalu dibanding-bandingkan dengan Alfred Riedl, dan semua kambing hitam dan putih yang bisa disalahkan. hahaha
Dapat dikatakan EKSPEKTASI publik membumbung terlalu tinggi.
Yah, bukannya saya tidak mengharapkan timnas menang, but be realistic.
Kemenangan melawan Turkmenistan melambungkan harapan yang terlalu tinggi terhadap timnas yang kadangkala menimbulkan pressure tambahan yang tidak perlu. Dan biasanya ketika harapan sudah melambung sangat tinggi ketika terjatuh maka akan sangat sakit sekali. Dan inilah yang terjadi…….
Sebenarnya jika dipikirkan secara mendalam dan lebih cermat kekalahan timnas sudah dapat diprediksi. Seperti…………
Pelatih Baru
New coach, new vision… Wim Rijsbergen sebagai pelatih baru tentunya mempunyai visi tersendiri terhadap timnas.Selain itu Wim tentunya belum “mengenal” pemain lebih mendalam. Dan para pemain juga tentunya membutuhkan waktu untuk mencerna visi itu. Ada yang menangkap dengan cepat, ada juga yang agak lemot tentunya.
Persiapan Tim
Semua orang tau kalo persiapan timnas sangat minim dikarenakan kisruh di PSSI dan pelatih baru dalam diri Wim Rijsbergen. Well dengan hanya persiapan yang ‘seadanya’ apa yang bisa diharapkan??
Indonesia 5-4 Turkmenistan
Setelah seri 1-1 di Ashgabat,
timnas menang 4-3 di GBK dalam drama sport jantung.
Well, dengan persiapan ‘seadanya’ timnas berhasil menyuguhi permainan yang menarik yang katanya sih kaya Barcelona. Simple pass, possesion, gol cantik.
Despite the positive, timnas justru kebobolan 3 gol dalam waktu singkat dan setelah Turkmenistan bermain dengan 10 pemain. Permainan simple pass itu ternyata menguras stamina dan konsentrasi pemain.Ternyata kondisi pemain timnas memang blum mampu untuk bermain di level itu selama 2×45 menit.
Kualitas Tim
Bergabung bersama Iran, Qatar, dan Bahrain di Grup E Kualifikasi zona Asia, dapat dikatakan Indonesia sama sekali tidak diunggulkan untuk lolos dari Grup ini. Berdasarkan peringkat FIFA, sejarah, dan hitung2an matematika di atas kertas, timnas Indonesia masih di bawah tim-tim lain di Grup E. Peluang untuk lolos sangat kecil, apalagi sejauh ini poin yang didapat masih NOL dari partai…
Iran 3-0 Indonesia
Iran merupakan salah satu raksasa Asia, peringkat 53 FIFA, dan memiliki beberapa pemain yang bermain di Liga Eropa. Beberapa pemain pernah bermain di level tertinggi sepakbola, sebut saja Javad Nekounam bersama Osasuna di La Liga, dan Ali Karimi yang telah malang melintang di Bundesliga. Dapat dikatakan Iran berada di level yang berbeda dengan timnas kita.
Berhasil menahan 0-0 di babak pertama, timnas kebobolan 3 gol di babak kedua. 2 gol dari set pieces dan 1 gol dari counter attack. Iran didn’t play very well, but still they on whole different level. Pertandingan itu hanya memperjelas perbedaan kekuatan. Well, They showed their class.
Indonesia 0-2 Bahrain
Well, peluang terbaik timnas untuk mencuri poin ada pada partai ini jika bermain dengan BENAR. Sayangnya yg terjadi kebalikannya.. haha
Well, terlihat pada game itu Bahrain lebih memiliki karakter dan visi bermain yg jelas. Sementara timnas terlihat masih berusaha mencari “cara” bermain yang pas.
Jika melihat perkembangan situasi hingga saat ini, ada baiknya kalo kita melupakan mimpi untuk lolos ke Piala Dunia, untuk lolos tantangan pertama adalah MENANG melawan Qatar di partai selanjutnya. Merupakan suatu tantangan yang sulit karena Qatar dengan 2 poin tentu saja mengincar kemenangan pertamanya melawan Indonesia.
Menurut saya, target yang lebih realistik bagi timnas untuk saat ini adalah mengincar GOL pertama. Karena tim yg tidak mencetak gol tentunya tidak akan menang.
Good Luck tim Garuda, semoga dapat mencetak gol pertamanya melawan Qatar dan tentunya membawa pulang 3 poin!!
Bravo Sepakbola Indonesia….


